Aum

Dekumen untuk umum, Om A no bhadraah kratavo yantu visvato ( Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru) OM SWAHA

Tugas Dan Kewajiban Suami Kepada Istri Menurut Agama Hindu

Tugas Dan Kewajiban Suami Kepada Istri Menurut Agama Hindu
ilustrasi istri lebih suka busana trendi dari pada belaian suami,  image source jpnn.com

Masa Grahasta adalah tingkatan dalam agama Hindu saat berumah tangga, langkah awal untuk berumah tanggah adalah dengan cara menikah. Dalam mengarungi kehidupan berumah tangga tentu saja semuanya tak akan berjalan mulus, akan ada saat saat cekcok dan pertengkaran, terlebih mereka tak mengerti apa tugas dan tanggung jawab suami istri.

Selain sebagai ikatan/jalinan pengabdian yang tulus ikhlas antara seorang ayah kepada ibu dan anak, dalam keluarga juga terdapat kewajiban atau swadarma untuk melakukan panca yadna (Weda Smrti III 67.71), itu lima pengabdian yang ikhlas, suci, nirmala antara lain:


  1. Kepada Hyang Widhi beserta manifestasi-Nya (dewa yadnya)
  2. Kepada orang suci (Rsi Yadnya)
  3. Kepada orang tua, leluhur/guru rupaka (Pitra Yadna).
  4. Kepada sesama manusia (Manusa Yadnya).
  5. Kepada Alam semesta (Bhuta yadnya).

Selain kewajiban panca yadnya tersebut diatas, setiap unsur dalam keluarga Hindu memiliki kewajiban masing-masing antara lain:

Kewajiban Suami.

Mameyam astu posyaa, mahyam tvaadaad brhaspatih, mayaa patyaa prajaavati, sam jiiva saradah satam

 (Atharvaveda XIV.1.52)
“Engkau istriku, yang dianugrahkan Hyang Widhi kepadaku, aku akan mendukung dan melindungimu. Semoga engkau hidup berbahagia bersamaku dan anak keturunan kita sepanjang masa”.
Suami hendaknya berusaha tanpa henti untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi keluarganya, menafkahi istri secara lahir dan batin, merencanakan jumlah keluarga, menjadi pelindung keluarga dan figur yang dihormati dan ditauladani oleh istri dan anak-anaknya.

“Wahai mempelai laki-laki, lakukanlah yadnya(pengorbanan suci) yang akan mengantarkan keluargamu mencapai kebahagiaan dan perkawinan yang penuh rahmat. Senantiasa berbaktilah kepada Hyang Widhi, berikanlah kegembiraan kepada semua makhluk.” 
(Yajur Weda VIII,4)

Dalam Kitab Sarasamuccaya 242 disebutkan kewajiban suami antara lain:


  • Sarirakrt artinya, mengupayakan kesehatan jasmani anak-anaknya.
  • Prana data, membangun jiwa anak-anaknya.
  • Anna data, artinya: memberikan makan.

Dalam Grhya Sutha, seorang suami mempunyai 2 (dua) kewajiban antara lain:

  • Memberikan perlindungan pada istri dan anak (patti).
  • Bhastri, artinya seorang suami berkewajiban menjamin kesejahteraan istri dan anak-anaknya.

Dalam Nitisastra VIII sloka 3 ada 5 (lima) kewajiban seorang suami yang disebut panca vida, antara lain:


  • Matuluning urip rikalaning baya artinya: menyelamatkan keluarga pada saat bahaya.
  • Nitya maweh bhinoajana artinya: selalu mengusahakan makanan yang sehat.
  • Mangupadyaya artinya: memberikan ilmu pengetahuan kepada anak-anaknya.
  • Sira sang angaskara kita artinya: yang menyucikan diri kita
  • Sang ametwaken artinya: suami sebagai penyebab kelahiran bagi anak-anaknya.

Didalam Weda Smrti IX.3 disebutkan:

Pitaraksati kaumare, bharta raksati yauwane, raksanti sthavire putra na, srti swatantryam arhati

Selagi masih kecil seorang ayahlah yang melindungi, dan setelah dewasa suaminyalah yang melindunginya dan setelah ia tua putranyalah yang melindungi, wanita tidak pernah layak bebas (harus selalu dilindungi).
Baca juga:
Tugas dan kewajiban istri kepada suami

Kewajiban suami dalam Weda Smrti IX: 2,3,9,11 dapat diuraikan sebagai berikut:


  • Wajib melindungi istri dan anak-anaknya serta memperlakukan istri dengan wajar dan hormat. Wajib memelihara kesucian hubungannya dengan saling mempercayai sehingga terjamin kerukunan dan keharmonisan rumah tangga.
  • Suami wajib menggauli istrinya dan mengusahakan agar antara mereka sama-sama menjamin kesucian keturunannya serta menjauhkan diri dari hal-hal yang mengakibatkan perceraian.
  • Suami hendaknya menyerahkan harta kekayaan dan menugaskan istrinya untuk mengurus artha rumah tangga, urusan dapur, yadnya serta ekonomi keluarga.
  • Bila harus dinas keluar daerah,  suami berusaha menjamin istrinya untuk memberikan nafkah.
  • Suami hendaknya selalu merasa puas dan bahagia bersama istrinya karena akan terpelihara kelangsungannya.
  • Suami wajib menjalankan dharma grhastin, dharma keluarga (kula dharma), dhama dalam bermasyarakat (vansa dharma).
  • Suami berkewajiban melaksanakan sraddha, pitrapuja (pemujaan kepada luluhur) memelihara cucunya serta melaksanakan panca yadnya.

Kewajiban Suami menurut Manawa Dharmasastra 

1.  Aninditaih Stri Wiwahair
     Anindya Bhawati Praj
     Ninditairnindita Nrrnam
     Tasmannindyan Wiwarjayet

(Manawa Dharmasastra III.42)
Dari perkawinan terpuji akan lahirlah putra-putri yang terpuji; dan dari perkawinan tercela lahir keturunan tercela; karena itu hendaklah dihindari bentuk-bentuk perkawinan tercela.

2.   Rtu Kalabhigamisyat
      Swadaraniratah Sada
      Parwawarjam Wrajeccainam
      Tad Wrato Rati Kamyaya

(Manawa Dharmasastra III.45)

Hendaknya suami menggauli istrinya dalam waktu-waktu tertentu dan selalu merasa puas dengan istrinya seorang, ia juga boleh dengan maksud menyenangkan hati istrinya mendekatinya untuk mengadakan hubungan badan pada hari apa saja kecuali hari Parwani ( Purnama/Tilem)

3.   Pitrbhir Bhratrbhis
     Caitah Patibhir Dewaraistatha
     Pujya Bhusayita Wyasca
     Bahu Kalyanmipsubhih

(Manawa Dharmasastra III.55)

Wanita harus dihormati dan disayangi oleh ayah-ibu dan mertuanya, kakak-kaknya, adik-adiknya, suami dan ipar-iparnya yang menghendaki kesejahteraan sendiri.

4.  Yatra Naryastu Pujyante
     Ramante Tatra Dewatah
    Yatraitastu Na Pujyante
    Sarwastatraphalah Kriyah

(Manawa Dharmasastra III.56)

Di mana wanita dihormati disanalah para Dewa-Dewa merasa senang, tetapi dimana mereka tidak dihormati tidak ada upacara suci apapun yang akan berpahala.

5.  Socanti Jamayo Yatra
     Winasyatyacu Tatkulam
     Na Socanti Tu Yatraita
     Wardhate Taddhi Sarwada

(Manawa Dharmasastra III.57)

Di mana warga wanitanya hidup dalam kesedihan, keluarga itu cepat akan hancur, tetapi dimana wanita itu tidak menderita, keluarga itu akan selalu bahagia.

6.   Jamayo Yani Gehani
      Capantya Patri Pujitah
     Tani Krtyahatanewa
     Winasyanti Samantatah

(Manawa Dharmasastra III.58)

Rumah di mana wanitanya tidak dihormati sewajarnya mengucapkan kata-kata kutukan, keluarga itu akan hancur seluruhnya seolah-olah dihancurkan oleh kekuatan gaib.

7.   Tasmadetah Sada Pujya
      Bhusanaccha Dana Sanaih
      Bhuti Kamairnarair Nityam
      Satkaresutsa Wesu Ca (Manawa Dharmasastra III.59)

Oleh karena itu orang yang ingin sejahtera harus selalu menghormati wanita pada hari-hari raya dengan memberi hadiah perhiasan, pakaian dan makanan.

8.   Samtusto Bharyaya Bharta
      Bhartra Tathaiwa Ca
      Yasminnewa Kule Nityam
      Kalyanam Tatra Wai Dhruwam

(Manawa Dharmasastra III.60)

Pada keluarga dimana suami berbahagia dengan istrinya dan demikian pula sang istri terhadap suaminya, kebahagiaan pasti akan kekal. Sang alaki rabi sane saling asih kawiyaktian nyane sampun ngemanggihin kerahayuan

9.  Yadi Hi Stri Na Roceta
      Pumamsam Na Pramodayet
     Apramodat Punah Pumsah
     Prajanam Na Prawartate (Manawa Dharmasastra III.61)

Kalau istri tidak mempunyai wajah berseri, ia tidak akan menarik suaminya, tetapi jika sang istri tidak tertarik pada suaminya tidak akan ada anak yang lahir.
Yening stri tan setata nyemita, tan kengin sang meraga lanang sih asih ring stri, taler yening stri sekadi inucap, punika sane ngawinang sang alaki rabi tan presida ngawentenang sentana

10.  Striya Tu Rocamanayam
       Sarwam Tadrocate Kulam
      Tasyam Twarocamanayam
      Sarwamewa Na Rocate (Manawa Dharmasastra III.62)

Jika sang istri selalu berwajah berseri-seri seluruh rumah akan kelihatan bercahaya, tetapi jika ia tidak berwajah demikian semuanya akan kelihatan suram.

11.   Kuwiwahaih Kriya Lopair
        Wedanadhyayanena Ca
         Kulanya Kulam Tamyanti
        Brahmanati Kramena Ca

(Manawa Dharmasastra III.63)

Dengan perkawinan secara rendah yaitu dengan mengabaikan upacara pemujaan, dengan mengabaikan pelajaran Weda dan dengan tingkah laku yang tidak hormat kepada Sulinggih, keluarga-keluarga besarpun akan berantakan.

12.  Mantratastu Samrddhani
       Kulanyalpa Dhananyapi
       Kulasamkhyam Ca Gachanti
       Karsanti Ca Mahadyacah

(Manawa Dharmasastra III.66)

Tetapi keluarga-keluarga yang kaya dalam pengetahuan Weda walaupun mempunyai kekayaan sedikit mereka dapat dimasukkan dalam golongan keluarga yang mulia serta mendapatkan kemakmuran.

13.   Swadhyaye Nityayuktah
        Syaddaiwe Caiweha Karmani
       Daiwakarmani Yukto Hi
       Bibhartimdam Caracaram

(Manawa Dharmasastra III.75)

Hendaknya setiap orang yang menjadi kepala rumah tangga setiap harinya menghaturkan mantra-mantra suci Weda (Puja Trisandya) dan juga melakukan upacara pada para Dewa karena ia yang rajin dalam melakukan upacara yadnya pada hakekatnya membantu kehidupan ciptaan Hyang Widhi yang bergerak (mahluk hidup) maupun yang tidak bergerak (alam semesta).

Demikian sekilas tentang Kewajiban Suami – Grahasta Asrama, semoga bermanfaat. –sumber


0 Komentar untuk "Tugas Dan Kewajiban Suami Kepada Istri Menurut Agama Hindu"

 
Copyright © 2014 Aum - All Rights Reserved
Template By Catatan Info